Wallahi, saya memaafkan apapun kejahatan / delik pidana yang telah dilakukan Ratu Atut Chosiyah kepada saya Marissa Haque Fawzi.
Namun kebohongan publik yang ‘diduga’ telah dilakukan terkait dengan pidana pendidikan / jaringan mafioso pendidikan, lalu kemudian mendapatkan posisi birokrasi oleh karena buah upaya delik pidana berjamaah (konspirasi) tersebut, maka urusan equality before the law (bahwa dihadapan hukum adalah sama) — Hans Kelsen — tanggung jawabnya bukan lagi sekedar pribadi antara Atut dengan saya semata.
Namun pertanggung jawaban moral serta spiritual harus Atut berikan kepada agamanya, kepada seluruh anak bangsa Indonesia dan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia
Termasuk siapapun dia ‘oknum’ yang ‘diduga’ melindungi / mempetieskan laporan delik pidana pendidikan ini diwilayah ruang kerja POLRI — Polda Metro Jaya dan Bareskrim Mabes Polri.
Juga Universitas Borobudur dan Yayasan Borobudur yang mengeluarkan ijazah Sarjana Ekonomi yang hanya diselesaikan Ratu Atut Chosiyah hanya didalam jangka waktu 17 (tujuh belas) bulan saja — masuk Januari 2003 dan skripsi asli yang ditemukan oleh Kompol Asep Adisaputra, SH, MH dari Kanit 4 Kamneg 4 Polda Metro Jaya, terketik bulan Mei 2004.
Kekhawatiran saya sebagai pribadi yang menjunjung tinggi institusi pendidikan, terdapat oknum diwilayah Dikti, Diknas yang terlibat. Karena jenis kejahatan seperti ini tidak pernah tunggal dan berdiri sendiri, namun dilakukan secara beramai-ramai / kejahatan berjamaah / konspirasi. Besar harapan saya yang terakhir ini tidak terjadi. karena betapa hancurnya masa depan kita bangsa Indonesia, karena kejahatan / delik pidana yang justru dilakukan oleh soko guru yang digugu dan ditiru.
Walaupun langit akan runtuh, namun hukum harus wajib tetap ditegakkan.
Allahu Akbar! Merdeka!
Salam kasih,
Marissa Haque Fawzi.
Sumber: http://marissahaque.blogdetik.com/2008/11/25/saya-tidak-membenci-ratu-atut-chosiyah/
Ikang Fawzi dan Marissa Haque di Tangsel, Parung Benying, Masjid Al Birru Wa Taqwa
"Menanti Suatu Saat" (1982): Karya Syair & Lagu Kontemplatif Ikang Fawzi
Lagu & Syair Favorit Marissa Haque tentang Masyarakat yang Terabaikan Pemerintah RI, Karya Ikang Fawzi Suaminya (1982 & Masih Relevan pada Tahun 2011 Ini!)1982
Elis Anis Sahabatku dari UGM Sering Nginap di Tangsel, Banten: Marissa Haque
Tangsel Sering Disinggahi Elis Anis Shabatku: Marissa Haque Fawzi
"Marry Me" from BIL (Brother in Law): Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan
Video Karya Gus Brams
"Marry Me" from BIL (Brother in Law): Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan
Rabu, 11 Agustus 2010
Pesanku untuk Airin Rachmi Diany (Adik Ipar Ratu Atut Chosiyah): Marissa Haque Fawzi
Walau masih merasa sangat kesal dan tidak nyaman setelah pulang dari penjaringan Pilkada/Pemilukada Tangsel (Tangerang Selatan) ini, alhamdulillah saya masih merasa dapat tersenyum manis kok. Sore ini, sembari merebahkan kepalaku yang sedang sedikit migrain ini ke dada bidang suamiku tercinta Ikang Fawzi.
Kita Sesungguhnya Belum Merdeka!
Dulu Saya PDIP, Sekarang & Insya Allah Seterusnya PPP
PDIP memang telah menjadi masa laluku. Rumah partai merah yang hanya ingin kuingat hal-hal yang terbaik saja didalam perjalanan kepartaian. Tidak ingin menyimpan kenangan buruknya terkait dengan perjalanan keputusanku kemarin dulu. Didalam “tak ingin mendukung jadi Gubernur Banten yang diduga koruptor berijazah aspal.” Termasuk juga kekecewaanku terkait dengan seluruh alat bukti dugaan korupsi hasil investigasiku dari BPKP dan BPK terkait dugaan keterlibatan keluarga Ratu Atut Chosiyah pada pemerintahan Banten sejak tahun 2005 sampai dengan 2006 sebagai data primer–dimana dan telah diberikan copy-nya kepada seluruh elit DPP di partai lamaku itu—diacuhkan/tidak dianggap oleh Ibu Megawati Soekarnoputri beserta suaminya. Padahal data primer tersebut langsung by hand saya serahkan melalui Panda Nababan yang kala itu sudah seperti ayah sendiri! Termasuk dugaan niat ‘tidak elok’ dari pemimpin partai di Propinsi Banten/Ketua DPD Jayeng Rana yang mengesahkan ‘pencurian’ tertentu hak milik rakyat dengan alasan demi membesarkan partai serta memenangkan Ibu Megawati kembali jadi Presiden RI/kembali menjadi pemimpin nomor satu Indonesia.
Allahu Akbar! Rupanya pada tahun 2010 belakangan ini, segala upaya menjujurkan keadilan serta membingkai politik dengan hukum yang selama ini kupercaya masih punya tempat dan masih terus sedang diperjuangankan, kelihatannya masih menguji ‘nyali kesabaranku’ lagi.
Nah, salah satu hal krusial-menjengkelkan terkait masalah yang akan saya ceritakan ini adalah ketika mala mini saya mendapatkan beberapa kali dering dan missed-calls mengganggu di HP-ku. Saat dimana saya dan suami tengah beristirahat sambil membaca di perpustakaan salah seorang sahabat diperumahan Bintaro Jaya. Telepon tersebut berasal dari harian lokal Tangerang Selatan bernama Tangerang Ekspres. Sebuah perusahaan harian dari grup Radar Banten/JPNN (Jawa Pos News network). Sang penelpon mengaku bernama Saadatuddaraen dengan nama inisial dalam tulisan sms dia sebagai “aen” dengan nomor HP: 021-93941539. Saya menduga dia dikirim oleh salah satu kandidat yang sudah ‘ge-er’ merasa pasti menang menjadi Walikota Tangerang Selatan. Diduga karena melalui kakak iparnya yang menjadi Gubernur, dirinya merasa mampu: (1) menguasai birokrat lokal; (2) bertindak selama ini seakan menjadi Ibu Ketua PKK Tangerang Selatan padahal namanya tidak ada satupun dalam struktur birokrasi pemerintahan daerah; (3) di Partai asli diapun ‘hanya’ sebagai yunior pendatang baru; (4) pengalaman berorganisasi yang masih mentah/jam terbang minim; serta (5) kemampuan verbal yang tidak mumpuni!
Diduga, dengan kehadiran saya pada Rakercab PDIP bersama runningmate Pemilukada Tangsel 2010 Bapak H. Achmad Suwandhi, membuat yang bersangkutan diatas panik total sehingga mengharusnya diri dan timnya mengubah strategi! Diduga lebih lanjut, bahwa yang bersangkutan melakukan upaya lagu lama basi berupa kampanye hitam/black campaign melalui media cetak lokal yang telah mampu disetir dengan ‘investasi’ pemasangan iklan politik rutin dalam jangka panjang. Dimana belakangan ini disinyalir yang bersangkutan diduga menggunakan dana ‘haram’ APBD. Baru-baru ini dimedia lokal mencuat isu defisit anggaran pemerintah daerah Tangsel sebesar kurang lebih Rp 14 Milyar,- lebih digunakan bagi mendanai kampanye terselubung dirinya untuk menjadi Walikota Tangsel!
Terimakasih Banyak Pak Achmad Suwandhi
Saya patut merasa bersyukur serta terimakasih tak terhingg kepada Bapak Achmad Suwandhi atas kehadirannya memenuhi permintaan kader setia PDIP (Warga Perjuangan Tangsel) yang meminta kami berdua hadir pada Rakercab tersebut.
Saya meyakini bahwa beliau tidak suka berkonflik, serta kurang nyaman dengan suasana riuh-rendah perpolitikan yang kontra produktif seperti itu. Sementara disisi lain, sayapun hari ini telah menjadi kader PPP yang sesuai hati nurani dan mengikuti khitah Ka’bah partai Islam satu-satunya yang masih eksis di Indonesia. Sehingga kehadiran saya dan Pak Wandi di PDIP tadi siang adalah sekedar bernostalgia serta memenuhi keinginan ratusan kader PDIP yang yang sampai sekarang sejak dulu merupakan rakyat militant pendukung setiaku.
Karenanya, kehadiran serta keikhlasan Pak Wandi atau Pak AS terkait dengan upaya hadir bersama PDIP dalam Rakercab tersebut, saya dan Ikang Fawzi suamiku, kedua anakku, beserta seluruh keluarga besar perjuangan menghaturkan banyak terimakasih.
Tak Berharap Banyak pada PDIP
Benar-benar kami tim ASMARA Centre tidak berharap banyak pada DPC PDIP untuk mengusung pasangan kami. Karena kami sadar, sekaligus kami sangat faham bahwa ‘investasi’ politik kandidat tertentu yang sudah merasa diatas angin sejak setahun lalu sosialisasi—dengan dugaan memakai dana APBD/tidak sah—sudah merasa pasti menang dan merasa pasti dapat dukungan PDIP.
Sekali lagi melalui tulisan sederhanan ungkapan hati ini, dimana saya yakini terus diikuti oleh banyak orang termasuk kelompok jurnalis tertentu ditempat tertentu timses salah satu kandidat yang saya maksudkan diatas, agar faham. Bahwa tim ASMARA Centre tidak berambisi mengambil PDIP sebagai partai pengusung.
Namun jangan salahkan kami bilamana masih banyak kader, simpatisan bahkan mereka yang punya posisi tertentu di PDIP yang diam-diam masih setia pada hati nurani, kebenaran, serta masih mau dan mampu menjujurkan keadilan serta membingkai politik dengan hukum! Serta tidak sudi membeli yang diduga kucing garong dalam karung yang berniat menjadi kepala daerah dengan dugaan nawaitu sebagai juragan proyek untuk kesejahteraan diri sendiri serta keluarga/kelompoknya. Dimana rakyat hanya jadi pelengkap penderita. Ibarat mendorong mobil mogok, ketika mesin mobil sudah hidup yang mendorong ditinggal dibelakang dengan lambaian serta senyum manis yang membuat semuanya terkesima ‘bengong’!
Innalilahi wa inna ilahi rojiuuun… semoga rakyat Tangerang selatan lebih cerdas dari wilayah lainnya diseluruh Banten.
Kita sesungguhnya BELUM MERDEKA!
Sumber: http://marissahaque.blogdetik.com/
Pesanku untuk Airin Rachmi Diany (Adik Ipar Ratu Atut Chosiyah): Marissa Haque Fawzi
Selasa, 10 Agustus 2010
Wahidin Halim Walkot Tangerang & Dukungan untuk Achmad Suwandhi-Marissa Haque
Marissa Haque Dilamar untuk Dampingi Achmad Suwandhi
Dukungan Penuh Wahidin Halim Walikota Tangerang untuk Achmad Suwandhi dan Marissa Haque.
August 7th, 2010 Maju Pilkada Tangerang Selatan Marissa Haque dengan Achmad Suwandhi : Pasangan Marissa Haque - Achmad Suwandhi,adik kandung Wali Kota Tangerang Wahidin Halim, maju dalam Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang digelar November 2010. Pasangan ini menyebut dirinya Asmara, yang berarti Achmad Suwandhi-Marissa Haque. Kepastian ini didapat setelah keduanya melakukan klarifikasi di Hotel Santika, BSD Serpong, Tangsel, kemarin.
Dukungan Penuh Wahidin Halim Walikota Tangerang untuk Achmad Suwandhi dan Marissa Haque.
August 7th, 2010 Maju Pilkada Tangerang Selatan Marissa Haque dengan Achmad Suwandhi : Pasangan Marissa Haque - Achmad Suwandhi,adik kandung Wali Kota Tangerang Wahidin Halim, maju dalam Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang digelar November 2010. Pasangan ini menyebut dirinya Asmara, yang berarti Achmad Suwandhi-Marissa Haque. Kepastian ini didapat setelah keduanya melakukan klarifikasi di Hotel Santika, BSD Serpong, Tangsel, kemarin.
”Saya sudah istikharahkan pilihan saya ini selama 40 hari. Saya dapat beberapa pertanda yang menyiratkan saya untuk maju,” kata istri artis Ikang Fawzi itu kemarin. Marissa juga berkaca pada Pilkada Gubernur Banten lalu ketika dia mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Banten mendampingi Zulkieflimansyah.
”Alhamdulillah... pada 2006 itu saya dapat suara mutlak di wilayah yang ada Tangsel, dulu waktu masih menyatu dengan Kabupaten Tangerang 70% suara."
Insya Allah dalam waktu dekat walau terasa sempit akan kami rajut kembali suasana tahun 2006 lalu itu untuk Pak Achmad Suwandhi 2010 menjadi Walikota Tangsel yang hanif dan amanah plus istiqomah. "Tangan beliau alhamdulillah masih bersih dari korupsi!", ujar Marissa Haque menjelaskan kondite calon pasangan dalam Pemilukada Tangsel 2010 itu.
Sumber: http://berita-lampung.blogspot.com/2010/07/maju-pilkada-tangerang-selatan-marissa.htmlIkang Fawzi & Marissa Haque Penduduk Asli Tangerang Selatan: Asmara Centre
Kota Tangerang Selatan
Adalah salah satu kota di wilayah administratif Provinsi Banten, Indonesia. Kota ini diresmikan oleh Mendagri Pak Mardiyanto pada 29 Oktober 2008.
Wilayah ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Rencana ini berawal dari keinginan warga di wilayah selatan untuk mensejahterakan masyMenteri Dalam Negeri Indonesiaarakat. Pada tahun 2000, beberapa tokoh dari kecamatan-kecamatan mulai menyebut-nyebut Cipasera sebagai wilayah otonom. Warga merasa kurang diperhatikan Pemerintah Kabupaten Tangerang sehingga banyak fasilitas terabaikan.
Pada 27 Desember 2006, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tangerang menyetujui terbentuknya Kota Tangerang Selatan. Calon kota otonom ini terdiri atas tujuh kecamatan, yakni, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Cisauk, dan Setu. Wilayah ini berpenduduk sekitar 966.037 jiwa.
Pada masa penjajahan Belanda, wilayah ini masuk ke dalam Karesidenan Batavia dan mempertahankan karakteristik tiga etnis, yaitu Suku Sunda, Suku Betawi, dan Suku Tionghoa.
Jumlah penduduk di wilayah ini lebih dari satu juta jiwa. Pamulang dihuni 236.000 jiwa, sedang Ciputat dihuni 260.187 jiwa. Dari dua kecamatan ini, jumlah penduduk 500.000 jiwa. Jika ditambah dengan penduduk Serpong, Pondok Aren, dan Setu akan berjumlah lebih dari satu juta jiwa. Sehingga, memenuhi syarat untuk suatu daerah otonom.
Batas-batas Kota
Sebelah utara berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta & Kota Tangerang
Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta & Provinsi Jawa Barat (Kota Depok)
Sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat (Kabupaten Bogor & Kota Depok)
Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Tangerang
Pembagian Administratif
Kota Tangerang Selatan terdiri atas 7 kecamatan, yang dibagi lagi atas 49 (Empat puluh sembilan)kelurahan dan 5 Desa. Sebelumnya Tangerang Selatan merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Tangerang, kemudian ditetapkan sebagai kota pada tanggal 26 November 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono berdasarkan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008.
Kecamatan
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008, Kota Tangerang Selatan terdiri atas 7 (tujuh) kecamatan:
1.Serpong dengan luas 2.404 km2
2.Serpong Utara dengan luas 1.784 km2
3.Ciputat dengan luas 1.838 km2
4.Ciputat Timur dengan luas 1.543 km2
5.Pondok Aren dengan luas 2.988 km2
6.Pamulang dengan luas 2.682 km2
7.Setu dengan luas 1.480 km2
Sumber: http://ikangfawzi.blogspot.com/
Adalah salah satu kota di wilayah administratif Provinsi Banten, Indonesia. Kota ini diresmikan oleh Mendagri Pak Mardiyanto pada 29 Oktober 2008.
Wilayah ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Rencana ini berawal dari keinginan warga di wilayah selatan untuk mensejahterakan masyMenteri Dalam Negeri Indonesiaarakat. Pada tahun 2000, beberapa tokoh dari kecamatan-kecamatan mulai menyebut-nyebut Cipasera sebagai wilayah otonom. Warga merasa kurang diperhatikan Pemerintah Kabupaten Tangerang sehingga banyak fasilitas terabaikan.
Pada 27 Desember 2006, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tangerang menyetujui terbentuknya Kota Tangerang Selatan. Calon kota otonom ini terdiri atas tujuh kecamatan, yakni, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Cisauk, dan Setu. Wilayah ini berpenduduk sekitar 966.037 jiwa.
Pada masa penjajahan Belanda, wilayah ini masuk ke dalam Karesidenan Batavia dan mempertahankan karakteristik tiga etnis, yaitu Suku Sunda, Suku Betawi, dan Suku Tionghoa.
Jumlah penduduk di wilayah ini lebih dari satu juta jiwa. Pamulang dihuni 236.000 jiwa, sedang Ciputat dihuni 260.187 jiwa. Dari dua kecamatan ini, jumlah penduduk 500.000 jiwa. Jika ditambah dengan penduduk Serpong, Pondok Aren, dan Setu akan berjumlah lebih dari satu juta jiwa. Sehingga, memenuhi syarat untuk suatu daerah otonom.
Batas-batas Kota
Sebelah utara berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta & Kota Tangerang
Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta & Provinsi Jawa Barat (Kota Depok)
Sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat (Kabupaten Bogor & Kota Depok)
Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Tangerang
Pembagian Administratif
Kota Tangerang Selatan terdiri atas 7 kecamatan, yang dibagi lagi atas 49 (Empat puluh sembilan)kelurahan dan 5 Desa. Sebelumnya Tangerang Selatan merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Tangerang, kemudian ditetapkan sebagai kota pada tanggal 26 November 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono berdasarkan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008.
Kecamatan
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008, Kota Tangerang Selatan terdiri atas 7 (tujuh) kecamatan:
1.Serpong dengan luas 2.404 km2
2.Serpong Utara dengan luas 1.784 km2
3.Ciputat dengan luas 1.838 km2
4.Ciputat Timur dengan luas 1.543 km2
5.Pondok Aren dengan luas 2.988 km2
6.Pamulang dengan luas 2.682 km2
7.Setu dengan luas 1.480 km2
Sumber: http://ikangfawzi.blogspot.com/
Kamis, 29 Juli 2010
Tidak Ambisi Jadi Balon Wakil Walikota Tangerang Selatan, Tapi Desakan PITA Tangsel Meyakinkan Marissa Haque
Sumber: http://marissa-haque-universitas-trisakti.blogspot.com/2010/07/cara-nu-untuk-mencari-keputusan-dalam.html
JAKARTA- Marissa Haque tak pernah bisa jauh-jauh dari aktivitas politik. Saat ini artis yang juga mantan anggota DPR itu tengah memberikan atensinya terhadap pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) perdana Tangerang Selatan. Sebagai bagian dari Provinsi Banten, Tangerang Selatan adalah kota baru hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang pada 2008.
Sabtu lalu (17/7), misalnya, dengan didampingi sang suami, rocker Ikang Fawzi, Marissa tampak melebur dengan Pemuda Integritas Tangerang (Pita) Selatan. “Saya memang sangat mendukung gerakan mereka,” kata Marissa saat dihubungi tadi malam (18/7).
PITA Selatan dibentuk puluhan organisasi kepemudaan (OKP) yang berada di daerah tersebut. Di antaranya adalah Gerakan Pemuda Anshor, Gerakan Pemuda Al-Wasliyah, Pelajar Islam Indonesia (PPI), Generasi Muda Buddhis, Pemuda Katolik, serta Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).
Lembaga baru itu menjadi wadah penjaringan khusus bagi calon perseorangan yang tidak memiliki kendaraan politik. Hadirnya Marissa di acara Pita Selatan apakah mengindikasikan niatnya untuk ikut maju sebagai kandidat. “Sampai detik ini jawaban saya masih nggak mau,” tegas Marissa.
Dia menandaskan sama sekali tidak haus dengan kekuasaan atau popularitas. “Saya berserak bukan untuk maju. Saya siap memberikan dukungan kepada calon lain yang lebih baik,” tutur Marissa.
Dia hanya berharap Tangerang Selatan bisa tampil sebagai centre of excellence. Untuk itu, diperlukan kepemimpinan yang benar-benar tepat.
Perjalanan politik Marissa sendiri cukup dinamis. Setelah sukses di panggung hiburan sebagai artis papan atas, dia terpilih sebagai anggota DPR periode 2004-2009 dari PDIP. Namun, Marissa “dipaksa” meninggalkan parlemen pada akhir 2006 setelah menerima pinangan PKS untuk maju sebagai calon wakil gubernur Banten, berpasangan dengan Zulkieflimansyah.
Hasilnya tidak menggembirakan. Duet Zulkieflimansyah-Marissa dikalahkan pasangan Ratu Atut Chosiyah-M. Masduki. Meski begitu, Marissa tetap tidak patah arang. Pada Pemilu 2009, wanita kelahiran Balikpapan, 15 Oktober 1962, itu maju sebagai caleg DPR dari PPP. (pri/c9/tof)
Short URL: http://radarcirebon.com/?p=575
(marissa haque memutuskan dengan cara nahdatul ulama untuk tangsel 2010)
JAKARTA- Marissa Haque tak pernah bisa jauh-jauh dari aktivitas politik. Saat ini artis yang juga mantan anggota DPR itu tengah memberikan atensinya terhadap pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) perdana Tangerang Selatan. Sebagai bagian dari Provinsi Banten, Tangerang Selatan adalah kota baru hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang pada 2008.
Sabtu lalu (17/7), misalnya, dengan didampingi sang suami, rocker Ikang Fawzi, Marissa tampak melebur dengan Pemuda Integritas Tangerang (Pita) Selatan. “Saya memang sangat mendukung gerakan mereka,” kata Marissa saat dihubungi tadi malam (18/7).
PITA Selatan dibentuk puluhan organisasi kepemudaan (OKP) yang berada di daerah tersebut. Di antaranya adalah Gerakan Pemuda Anshor, Gerakan Pemuda Al-Wasliyah, Pelajar Islam Indonesia (PPI), Generasi Muda Buddhis, Pemuda Katolik, serta Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI).
Lembaga baru itu menjadi wadah penjaringan khusus bagi calon perseorangan yang tidak memiliki kendaraan politik. Hadirnya Marissa di acara Pita Selatan apakah mengindikasikan niatnya untuk ikut maju sebagai kandidat. “Sampai detik ini jawaban saya masih nggak mau,” tegas Marissa.
Dia menandaskan sama sekali tidak haus dengan kekuasaan atau popularitas. “Saya berserak bukan untuk maju. Saya siap memberikan dukungan kepada calon lain yang lebih baik,” tutur Marissa.
Dia hanya berharap Tangerang Selatan bisa tampil sebagai centre of excellence. Untuk itu, diperlukan kepemimpinan yang benar-benar tepat.
Perjalanan politik Marissa sendiri cukup dinamis. Setelah sukses di panggung hiburan sebagai artis papan atas, dia terpilih sebagai anggota DPR periode 2004-2009 dari PDIP. Namun, Marissa “dipaksa” meninggalkan parlemen pada akhir 2006 setelah menerima pinangan PKS untuk maju sebagai calon wakil gubernur Banten, berpasangan dengan Zulkieflimansyah.
Hasilnya tidak menggembirakan. Duet Zulkieflimansyah-Marissa dikalahkan pasangan Ratu Atut Chosiyah-M. Masduki. Meski begitu, Marissa tetap tidak patah arang. Pada Pemilu 2009, wanita kelahiran Balikpapan, 15 Oktober 1962, itu maju sebagai caleg DPR dari PPP. (pri/c9/tof)
Short URL: http://radarcirebon.com/?p=575
(marissa haque memutuskan dengan cara nahdatul ulama untuk tangsel 2010)
Rabu, 28 Juli 2010
Sistem Manajemen Modern Pasar Tradisional di Bintaro, Tangsel, Banten: Marissa Haque Fawzi
Sebuah good practice dari Tangerang Selatan, Banten
Oleh: Marissa Haque Fawzi
Pasar Segar Graha Raya Bintaro kini berada di Bintaro, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Tentu sebagai salah satu keluarga muda Indonesia yang tinggal lama di Bintaro—20 tahunan—kami dari Pelangi Bintaro No.9, Jl. WR Supratman, Rengas, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, merasa sangat berbahagia. Karena pasar tradisional yang bersih dan nyaman adalah dambaan hamper seluruh ibu rumah tangga muda modern yang bertempat tinggal hamper diseluruh wilayah pemekaran ini. Oleh sebab itu, pasar tradisional yang tetap dipertahankan keberadaannya namun tak meninggalkan sentuhan modern didalam manajemennya adalah langkah marketing strategic manusiawi yang sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.
Perusahaan properti BSA Land, kembali mengembangkan pasar tradisional yang dikelola dengancara manajemen modern, setelah sukses sebelumnya di Bekasi, Depok, Cengkareng, Manado, juga Makasar. Diatas lahan seluas 1,95 hektar dengan membangun bangunan pasar seluar 6.900 meter persegi resmi dibuka pada tanggal 24 Juli 2010 lalu oleh Dirutnya bernama Saleh Asmawi. Terdiri dari 70 unit ruko, 318 unit kios, dan 240 lapak berisi tingkat hunian/occupancy rate hanpir penuh 100%. Termasuk didalamnya tempat khusus pemotongan ungga dengan cara halal dan insya Allah sekaligus thoyib.
Cleaning System Cara Modern
Yang menjadi diferensiasi dari Pasar Segar Bintaro ini adalah bahwa area lapak-lapak pasar tersebut dipisahkan dengan area kering dan basah, sehingga memudahkan bagian cleaning service untuk membersihkan setiap saat sehingga kesegaran mampu tetap dipertahankan. Tujuannya adalah agar kondisi pasar tetap bersih dan tidak becek seperti pasar tradisional umum lainnya tanpa sentuhan modernisasi.
Niat baik dari manajemen pasar ini yaitu jajaran manajemen BSA Land mengaku telah berpengalaman dibidang pengembagan bisnis properti residensial sekaligus komersial. Kali ini mereka melakukan pengembangan bisnis propertinya di wilayah Bintaro, daerah administratif kota Tangerang Selatan, Banten.
Sumber: http://marissa-haque-info-tangsel.blogspot.com/
Oleh: Marissa Haque FawziPasar Segar Graha Raya Bintaro kini berada di Bintaro, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Tentu sebagai salah satu keluarga muda Indonesia yang tinggal lama di Bintaro—20 tahunan—kami dari Pelangi Bintaro No.9, Jl. WR Supratman, Rengas, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, merasa sangat berbahagia. Karena pasar tradisional yang bersih dan nyaman adalah dambaan hamper seluruh ibu rumah tangga muda modern yang bertempat tinggal hamper diseluruh wilayah pemekaran ini. Oleh sebab itu, pasar tradisional yang tetap dipertahankan keberadaannya namun tak meninggalkan sentuhan modern didalam manajemennya adalah langkah marketing strategic manusiawi yang sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.
Perusahaan properti BSA Land, kembali mengembangkan pasar tradisional yang dikelola dengancara manajemen modern, setelah sukses sebelumnya di Bekasi, Depok, Cengkareng, Manado, juga Makasar. Diatas lahan seluas 1,95 hektar dengan membangun bangunan pasar seluar 6.900 meter persegi resmi dibuka pada tanggal 24 Juli 2010 lalu oleh Dirutnya bernama Saleh Asmawi. Terdiri dari 70 unit ruko, 318 unit kios, dan 240 lapak berisi tingkat hunian/occupancy rate hanpir penuh 100%. Termasuk didalamnya tempat khusus pemotongan ungga dengan cara halal dan insya Allah sekaligus thoyib.
Cleaning System Cara Modern
Yang menjadi diferensiasi dari Pasar Segar Bintaro ini adalah bahwa area lapak-lapak pasar tersebut dipisahkan dengan area kering dan basah, sehingga memudahkan bagian cleaning service untuk membersihkan setiap saat sehingga kesegaran mampu tetap dipertahankan. Tujuannya adalah agar kondisi pasar tetap bersih dan tidak becek seperti pasar tradisional umum lainnya tanpa sentuhan modernisasi.
Niat baik dari manajemen pasar ini yaitu jajaran manajemen BSA Land mengaku telah berpengalaman dibidang pengembagan bisnis properti residensial sekaligus komersial. Kali ini mereka melakukan pengembangan bisnis propertinya di wilayah Bintaro, daerah administratif kota Tangerang Selatan, Banten.
Sumber: http://marissa-haque-info-tangsel.blogspot.com/
Langganan:
Postingan (Atom)
Bahasa Kasih Ikang Fawzi dan Marissa Haque
Penelusuran Tangsel, Banten
Entri Populer
-
Jangan Lagi Ada Teror Politik, Kampanye Hitam ala Rau-Banten Airin, … please … saya pikir anda lebih berbudaya dan cukup terdidik! Walau m...
-
Marissa Haque Dilamar untuk Dampingi Achmad Suwandhi Dukungan Penuh Wahidin Halim Walikota Tangerang untuk Achmad Suwandhi dan Marissa Haq...
-
Sumber: http://www.indonesiabicara.com/ Tangerang Selatan, (26/07/10). Pasangan Achmad Suwandhi-Marissa Haque (Asmara) yakin bisa memperol...
-
PEKA KARENA PERNAH TINGGAL DI DESA Pelaksana Tugas Gubernur Banten, Hj.Ratu Atut Chosiyah,SE terpilih sebagai Gubernur Banten s...
-
Sebuah good practice dari Tangerang Selatan, Banten Oleh: Marissa Haque Fawzi Pasar Segar Graha Raya Bintaro kini berada di Bintaro, Ta...
-
Black Campaign/ Kampanye Hitam Diduga Dilakukan oleh Kubu Airin Rachmi Diany Ipar Ratu Atut Chosiyah di Tangsel, 2010 Sumber: http://maris...
-
Aduh, Bachtiar Diberhentikan Mendadak Sehabis Bersaksi di MK soal Pilkada Tangsel Minggu, 5 Dec 2010 07:12 WIB TANGERANG- Kasus pilkada Ta...
-
Minggu, 27 Februari 2012 Selain Dengan Memes, Addie MS Ogah Berduaan Oleh Eko Sutriyanto | TRIBUNnews.com – Rab, 15 Feb 2012 11:02 WIB Su...
-
Sumber: http://marissa-haque-universitas-trisakti.blogspot.com/2010/07/cara-nu-untuk-mencari-keputusan-dalam.html JAKARTA- Marissa Haque ...
-
Oleh: Marissa Haque Fawzi Sumber: http://marissa-haque-info-tangsel.blogspot.com/ Pasar Segar Graha Raya Bintaro kini berada di Bintaro, ...

+dan+Airin+Rachmi+Diany.jpg)




