Ikang Fawzi dan Marissa Haque di Tangsel, Parung Benying, Masjid Al Birru Wa Taqwa

Ikang Fawzi dan Marissa Haque di Tangsel, Parung Benying, Masjid Al Birru Wa Taqwa
Ikang Fawzi dan Marissa Haque di Tangsel, Parung Benying, Masjid Al Birru Wa Taqwa

Pakta Integritas Pemuda Tangerang Selatan, bersama Marissa Haque dan Noorca Massardi

Pakta Integritas Pemuda Tangerang Selatan, bersama Marissa Haque dan Noorca Massardi
Addie Massardi dan PITA Tangsel, Pakta Integritas Pemuda Tangerang Selatan, bersama Marissa Haque dan Noorca Massardi

"Menanti Suatu Saat" (1982): Karya Syair & Lagu Kontemplatif Ikang Fawzi

Lagu & Syair Favorit Marissa Haque tentang Masyarakat yang Terabaikan Pemerintah RI, Karya Ikang Fawzi Suaminya (1982 & Masih Relevan pada Tahun 2011 Ini!)1982

Elis Anis Sahabatku dari UGM Sering Nginap di Tangsel, Banten: Marissa Haque

Elis Anis Sahabatku dari UGM Sering Nginap di Tangsel, Banten: Marissa Haque
Tangsel Sering Disinggahi Elis Anis Shabatku: Marissa Haque Fawzi

"Marry Me" from BIL (Brother in Law): Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan

Video Karya Gus Brams "Marry Me" from BIL (Brother in Law): Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan

Video tentang Tangsel Banten

Loading...

Selasa, 17 Agustus 2010

Ujian Kesabaran Achmad Suwandhi & Wahidin Halim di Tangsel: Marissa Haque & Ikang Fawzi


Selasa, 17/08/2010, 09:10 WIB
Pilkada Tangsel Dicurigai Biaya Tawar Partai Terlalu Tinggi

mcu-of-iklan-shafira-dan-shaf-ikang-fawzi-dan-marissa-haquePasangan yang ditunggu banyak orang didalam memberantas korupsi di Banten dan Tangernag Selatan, Ahmad Suwandhi dan Marissa Haque (Asmara) pada Pemulikada Tangsel tidak jadi bertarung, karena diakuinya kendaraan politik memasang tarif yang terlalu tinggi dan tidak wajar.

“Bagi kami ini tidak mendukung terhadap terciptanya pemerintahan yang bersih sesuai visi dan misi kami, Padahal masyarakat ingin pemimpin yang anti korupsi,” kata saat dikonfirmasi Selasa (18/8/2010)

Suwandhi juga mengaku pesimis tercipta Pemkot Tangsel yang bersih jika diwarnai dengan praktek politik transaksi.

Sebelumnya, pemilihan wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan yang akan digelar 13 November hanya diikuti empat pasang kandidat. Hingga waktu pendaftaran ditutup pukul 00.00 Wib, Minggu (15/8/2010), Komisi Pemilihan Umum Daerah Tangerang Selatan hanya menerima pengembalian empat berkas pendaftaran.

“Empat pasangan calon yang terdiri dari dua jalur parpol dan dua jalur independen pada pemilukada Kota Tangerang Selatan,” kata Anggota KPUD Tangerang Selatan Bidang Sosialisasi dan Pencalonan Agus Supadmo.

Dari jalur partai politik adalah pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie yang didukung 8 partai politik yaitu Demokrat, Golkar, PKS, PDIP, PKB, PDS, PKPI dan Partai Demokrasi Perjuangan.

Sementara untuk kedua pasangan Arsyid - Andre Taulani yang didukung oleh empat partai yaitu Gerindra, Hanura, PPP dan PBB.

Sedangkan dua pasangan dari jalur independen adalah Rhodiah Najiba-Sulaeman Yassin dan Yayat Sudrajat-Norodom Soekarno.(Fz/D/Fat)

Sumber: http://www.berita8.com/news.php?tgl=2010-08-17&cat=1&id=26882

Rabu, 11 Agustus 2010

Masyarakat Betawi Ora' Meminta Marissa Haque Memenangkan Achmad Suwandhi: Juju Centre

Sumber: http://www.indonesiabicara.com/

Tangerang Selatan, (26/07/10). Pasangan Achmad Suwandhi-Marissa Haque (Asmara) yakin bisa memperoleh suara yang maksimal dalam Pemilukada Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 2010. Pasalnya, dalam Pemilihan Gubernur Banten 2006 lalu, suara yang diperoleh Marissa mencapai 70 persen di wilayah Kota Tangsel.

Tim Pemenangan Asmara, Usamah Hisyam mengatakan, selain suara yang pernah diraih Marissa, dirinya juga mengatakan memiliki suara dalam Pemilihan Bupati Tangerang 2008 meskipun tidak terlalu signifikan. “Bila digabungkan, suara Marissa dengan suara saya (Usamah, red) dan suara dari pendukung Pak Suwandhi, maka akan menjadi kekuatan besar,” kata Usamah dalam perkenalan Pasangan Asmara ke publik di Hotel Santika, BSD, Serpong, Kota Tangsel, Minggu (25/07).

Sementara itu, Suwandhi menyatakan, penduduk Kota Tangsel terdiri dari warga asli dan pendatang. Dikatakannya, warga asli Kota Tangsel mayoritas bersuku Betawi mencapai 40 persen lebih. Sedangkan sisanya dari Jawa 30 persen, Sunda 20 persen dan sisanya dari suku lainnya. “Saya orang Betawi yang merupakan warga asli Tangerang. Sedangkan Mbak Marissa campuran Jawa dan didukung suaminya Ikang Fawzi yang merupakan orang Sunda,” ungkap Suwandhi.
Di tempat yang sama, Marrisa Haque mengatakan tampilnya dirinya dalam Pemilukada Tangsel murni karena keterpanggilan. Apalagi, berkaca dari keikutsertaannya dalam Pilgub Banten 2006 lalu, di daerah yang saat ini menjadi Kota Tangsel, dirinya berhasil meraih 70 persen dukungan masyarakat.

“Saya sudah 20 tahun tinggal di Bintaro. Kalau dibilang pernah kalah dalam Pilgub Banten, itu benar. Calon yang lain juga pernah kalah dalam Pemilihan Bupati Tangerang. Tapi dari kekalahan itu saya belajar. Tampilnya saya juga terkait keinginan elemen masyarakat yang meyakini saya dan Pak Suwandhi dapat membawa perubahan,” kata Marrisa yang didampingi Ikang Fawzi.

Dalam program 100 hari apabila terpilih, Asmara akan memprioritaskan identifikasi permasalahan aparatur pemerintahan seperti tingkat kompetensinya, membangun fondasi dasar di bidang sektoral dan komitmen pemberantasan korupsi. “Ini masih berkaitan dengan aparatur dan juga pihak ketiga,” kata Suwandhi.
Dikatakan adik Walikota Tangerang Wahidin Halim dan Mantan Menlu RI , Hassan Wirajuda ini, dirinya tetap optimis mencalonkan diri melalui jalur partai politik.

“Kita mengikuti mekanisme penjaringan yang dilakukan beberapa partai, seperti Partai Demokrat, Koalisi Tangsel Bersatu (PPP, Gerindra dan Hanura, red), PKPI dan PDIP,” tandas Suwandhi. (rintho)

Marissa Haque Fawzi Sosialisasi Pasar Tradisional degan Manajemen Modern Bintaro, Tangsel: Tim Asmara Centre


Oleh: Marissa Haque Fawzi

Pasar Segar Graha Raya Bintaro kini berada di Bintaro, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Tentu sebagai salah satu keluarga muda Indonesia yang tinggal lama di Bintaro—20 tahunan—kami dari Pelangi Bintaro No.9, Jl. WR Supratman, Rengas, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, merasa sangat berbahagia. Karena pasar tradisional yang bersih dan nyaman adalah dambaan hamper seluruh ibu rumah tangga muda modern yang bertempat tinggal hamper diseluruh wilayah pemekaran ini. Oleh sebab itu, pasar tradisional yang tetap dipertahankan keberadaannya namun tak meninggalkan sentuhan modern didalam manajemennya adalah langkah marketing strategic manusiawi yang sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.
Perusahaan properti BSA Land, kembali mengembangkan pasar tradisional yang dikelola dengancara manajemen modern, setelah sukses sebelumnya di Bekasi, Depok, Cengkareng, Manado, juga Makasar. Diatas lahan seluas 1,95 hektar dengan membangun bangunan pasar seluar 6.900 meter persegi resmi dibuka pada tanggal 24 Juli 2010 lalu oleh Dirutnya bernama Saleh Asmawi. Terdiri dari 70 unit ruko, 318 unit kios, dan 240 lapak berisi tingkat hunian/occupancy rate hanpir penuh 100%. Termasuk didalamnya tempat khusus pemotongan ungga dengan cara halal dan insya Allah sekaligus thoyib.

 
Cleaning System Cara Modern
Yang menjadi diferensiasi dari Pasar Segar Bintaro ini adalah bahwa area lapak-lapak pasar tersebut dipisahkan dengan area kering dan basah, sehingga memudahkan bagian cleaning service untuk membersihkan setiap saat sehingga kesegaran mampu tetap dipertahankan. Tujuannya adalah agar kondisi pasar tetap bersih dan tidak becek seperti pasar tradisional umum lainnya tanpa sentuhan modernisasi.
Niat baik dari manajemen pasar ini yaitu jajaran manajemen BSA Land mengaku telah berpengalaman dibidang pengembagan bisnis properti residensial sekaligus komersial. Kali ini mereka melakukan pengembangan bisnis propertinya di wilayah Bintaro, daerah administratif kota Tangerang Selatan, Banten

Santai namun Serius Berlaga Politik di Tangsel (Nggak Usah 'Ngoyo'): Marissa Haque

Tangerang Selatan-IndonesiaBicara.com,
(22/07/10).

Marissa Haque menyatakan siap maju dalam Pemilukada Tangerang Selatan 2010 untuk menandingi Airin Rachmi Diany. Artis era 90-an itu terpanggil menjadi wakil dari Calon Walikota Tangsel Achmad Suwandhi setelah istikharah panjangnya.

Marissa mengaku banyak mendapat masukan dari berbagai elemen masyarakat untuk kembali bertarung di dunia politik. Namun, untuk menentukan sikapnya, istri Ikang Fawzi itu meminta petunjuk kepada Allah dengan istikharah dan puasa selama 40 hari. “Saya sudah istikharah-kan pilihan saya ini. Saya mendapatkan beberapa pertanda yang menyiratkan saya untuk maju, seperti mendengar suara dalam tidur untuk membangun kemulian,” katanya, Kamis (22/07).

Selain, petunjuk membangun kemulian, pada puncak istikharahnya, perempuan yang pernah bertarung dalam Pemilihan Gubernur Banten 2006 bermimpi tangannya menengadah berbentuk mangkuk yang di dalamnya terdapat sabun mandi yang sudah dipakai. “Saya bertanya kepada beberapa orang yang mengerti tentang mimpi. Sepertinya, mimpi itu mengisyaratkan saya untuk membangun kemulian dengan membersihkan Kota Tangsel dari kekotoran birokrasi dan korupsi, kolusi dan nepotisme,” ujarnya.

Dikatakan Marissa, dirinya memilih untuk mendampingi Achmad Suwandhi karena adik kandung dari Walikota Tangerang itu berasal dari kalangan intelektual dan juga memiliki visi untuk membangun kemuliaan seperti petunjuk dalam istikharahnya. “Sebelumnya memang saya dengan Pak Suwandhi sudah sering komunikasi. Tapi, baru sekedar sharing saja,” ucapnya.

Marissa juga menyatakan siap bertarung dengan Airin Rachmi Diany yang tidak lain adik ipar dari lawan politiknya pada Pemilihan Gubernur Banten lalu, Ratu Atut Chosiyah. Karena, menurut Marisa, apabila masyarakat memilih calon yang hanya menjadi boneka kekuasaan, maka pembangunan di Kota Tangsel malah tidak akan maksimal. “Saya siap bertarung melawan kelompok Ratu Atut,” tandasnya (rintho).

Sumber: http/marissahaque.blogdetik.com/

Doa Ikang Fawzi Tak Henti untuk Marissa Haque Istrinya

Black Campaign/Kampanye Hitam Diduga Dilakukan oleh Kubu Airin Rachmi Diany Ipar Ratu Atut Chosiyah di Tangsel, 2010

Sumber:http://marissa-haque-dilamar-tangsel.blogspot.com/
Marissa Haque Fawzi bersama Majelis taklim Al Barkah, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Black Campaign/Kampanye Hitam Diduga Dilakukan oleh Kubu Airin Rachmi Diany Ipar Ratu Atut Chosiyah di Tangsel, 2010
Sumber: http://marissa-haque-dilamar-tangsel.blogspot.com/

Marissa Haque Fawzi bersama Majelis taklim Al Barkah, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Black Campaign/Kampanye Hitam Diduga oleh Kubu Airin Rachmi Diany Ipar Ratu Atut Chosiyah di Tangsel, 2010

Kasihan marissa Haque dan Ikang Fawzi. Setelah diduga kubu Ratu Atut Chosiyah melakukan kampanye hitam dengan menjelek-jelekkan Ikang Fawzi suami Marissa Haque atas dasar percintaan masa lalunya dengan penyanyi sendu Christine Panjaitan dibeberapa blogs yang abal-abal, kini perjalanan Marissa Haque yang DI-lamar oleh Walikota Wahidin Halim dan Bupati Ismet Iskandar untuk mendampingi Achmad Suwandhi—disingkat AS—menuai kampanye hitam/black campaign yang sama.

Beberapa kampanye hitam ala Pasar Rau di Serang tempat markas kelaurga besar Ratu Atut Chosiyah yang dipimpin Bajing Proyek Infrastruktur Banten Chasan Sochib ayahanda Ratu Atut mulai kembali mengganggu marissa Haque karena bersedia melawan dominasi keluarga mereka dalam politik di Propinsi Banten dengan menjagokan adik ipar ratu Atut bernama Airin rachmi Diany menjadi Walikota Tangerang Selatan pada 13 November 2010 besok ini.

Beberapa blogs dan web resmi black campaign/kampanye hitam/kampanye busuk buah kerja diduga kelompok Airin rachmi Diany dengan markas di RBB (Rakyar Bromocorah Banten) pipmpinan beberapa karyawan inti grup media JPNN (Jawa Pos News Network) pimpinan Margiono, menyerahkan pelaksanaan ide penyamun keji tersebut kepada dua wartawan seniornya di Koran Satelit News di Tangerang dengan nama: (1) Baihaqi); dan (2) Hari Prastowo; serta (3) Ruhi di Radar Banten.
Alamat blogs kampanye hitam/black campaign ala Pasar Rau tersebut adalah dengan pembagian kategori/kriteria sebagai berikut:

(1) Dengan isi berita minor/buruk:
http://www.cumicumi.com/news/view/98/12125 ;
http://www.facebook.com/profile.php?id=1337019852, atas nama abal-abal Lanang Sawah dalam http://id-id.facebook.com/pages/Marissa-Haque/379904580801, http://www.facebook.com/muchlis.a.mja
(2) Dengan gambar foto yang tidak sesuai isi/minor/buruk:
http://www.tangselonline.com/kanal/4/politik/read/15/Marissa-Haque-Maju-di-Pilkada-Tangsel.html ;

Daftar lainnya segera menyusul sesuai dengan perkembangan yang ada!

Salam IKA Unpad, Bandung

Saya Tidak Membenci Ratu Atut Chosiyah: Marissa Haque Fawzi

Wallahi, saya memaafkan apapun kejahatan / delik pidana yang telah dilakukan Ratu Atut Chosiyah kepada saya Marissa Haque Fawzi.

Namun kebohongan publik yang ‘diduga’ telah dilakukan terkait dengan pidana pendidikan / jaringan mafioso pendidikan, lalu kemudian mendapatkan posisi birokrasi oleh karena buah upaya delik pidana berjamaah (konspirasi) tersebut, maka urusan equality before the law (bahwa dihadapan hukum adalah sama) — Hans Kelsen — tanggung jawabnya bukan lagi sekedar pribadi antara Atut dengan saya semata.
Namun pertanggung jawaban moral serta spiritual harus Atut berikan kepada agamanya, kepada seluruh anak bangsa Indonesia dan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia

Termasuk siapapun dia ‘oknum’ yang ‘diduga’ melindungi / mempetieskan laporan delik pidana pendidikan ini diwilayah ruang kerja POLRI — Polda Metro Jaya dan Bareskrim Mabes Polri.

Juga Universitas Borobudur dan Yayasan Borobudur yang mengeluarkan ijazah Sarjana Ekonomi yang hanya diselesaikan Ratu Atut Chosiyah hanya didalam jangka waktu 17 (tujuh belas) bulan saja — masuk Januari 2003 dan skripsi asli yang ditemukan oleh Kompol Asep Adisaputra, SH, MH dari Kanit 4 Kamneg 4 Polda Metro Jaya, terketik bulan Mei 2004.

Kekhawatiran saya sebagai pribadi yang menjunjung tinggi institusi pendidikan, terdapat oknum diwilayah Dikti, Diknas yang terlibat. Karena jenis kejahatan seperti ini tidak pernah tunggal dan berdiri sendiri, namun dilakukan secara beramai-ramai / kejahatan berjamaah / konspirasi. Besar harapan saya yang terakhir ini tidak terjadi. karena betapa hancurnya masa depan kita bangsa Indonesia, karena kejahatan / delik pidana yang justru dilakukan oleh soko guru yang digugu dan ditiru.

Walaupun langit akan runtuh, namun hukum harus wajib tetap ditegakkan.
Allahu Akbar! Merdeka!

Salam kasih,
Marissa Haque Fawzi.
Sumber: http://marissahaque.blogdetik.com/2008/11/25/saya-tidak-membenci-ratu-atut-chosiyah/

Pesanku untuk Airin Rachmi Diany (Adik Ipar Ratu Atut Chosiyah): Marissa Haque Fawzi



Walau masih merasa sangat kesal dan tidak nyaman setelah pulang dari penjaringan Pilkada/Pemilukada Tangsel (Tangerang Selatan) ini, alhamdulillah saya masih merasa dapat tersenyum manis kok. Sore ini, sembari merebahkan kepalaku yang sedang sedikit migrain ini ke dada bidang suamiku tercinta Ikang Fawzi.


Kita Sesungguhnya Belum Merdeka!

Dulu Saya PDIP, Sekarang & Insya Allah Seterusnya PPP
PDIP memang telah menjadi masa laluku. Rumah partai merah yang hanya ingin kuingat hal-hal yang terbaik saja didalam perjalanan kepartaian. Tidak ingin menyimpan kenangan buruknya terkait dengan perjalanan keputusanku kemarin dulu. Didalam “tak ingin mendukung jadi Gubernur Banten yang diduga koruptor berijazah aspal.” Termasuk juga kekecewaanku terkait dengan seluruh alat bukti dugaan korupsi hasil investigasiku dari BPKP dan BPK terkait dugaan keterlibatan keluarga Ratu Atut Chosiyah pada pemerintahan Banten sejak tahun 2005 sampai dengan 2006 sebagai data primer–dimana dan telah diberikan copy-nya kepada seluruh elit DPP di partai lamaku itu—diacuhkan/tidak dianggap oleh Ibu Megawati Soekarnoputri beserta suaminya. Padahal data primer tersebut langsung by hand saya serahkan melalui Panda Nababan yang kala itu sudah seperti ayah sendiri! Termasuk dugaan niat ‘tidak elok’ dari pemimpin partai di Propinsi Banten/Ketua DPD Jayeng Rana yang mengesahkan ‘pencurian’ tertentu hak milik rakyat dengan alasan demi membesarkan partai serta memenangkan Ibu Megawati kembali jadi Presiden RI/kembali menjadi pemimpin nomor satu Indonesia.

Allahu Akbar! Rupanya pada tahun 2010 belakangan ini, segala upaya menjujurkan keadilan serta membingkai politik dengan hukum yang selama ini kupercaya masih punya tempat dan masih terus sedang diperjuangankan, kelihatannya masih menguji ‘nyali kesabaranku’ lagi.

Nah, salah satu hal krusial-menjengkelkan terkait masalah yang akan saya ceritakan ini adalah ketika mala mini saya mendapatkan beberapa kali dering dan missed-calls mengganggu di HP-ku. Saat dimana saya dan suami tengah beristirahat sambil membaca di perpustakaan salah seorang sahabat diperumahan Bintaro Jaya. Telepon tersebut berasal dari harian lokal Tangerang Selatan bernama Tangerang Ekspres. Sebuah perusahaan harian dari grup Radar Banten/JPNN (Jawa Pos News network). Sang penelpon mengaku bernama Saadatuddaraen dengan nama inisial dalam tulisan sms dia sebagai “aen” dengan nomor HP: 021-93941539. Saya menduga dia dikirim oleh salah satu kandidat yang sudah ‘ge-er’ merasa pasti menang menjadi Walikota Tangerang Selatan. Diduga karena melalui kakak iparnya yang menjadi Gubernur, dirinya merasa mampu: (1) menguasai birokrat lokal; (2) bertindak selama ini seakan menjadi Ibu Ketua PKK Tangerang Selatan padahal namanya tidak ada satupun dalam struktur birokrasi pemerintahan daerah; (3) di Partai asli diapun ‘hanya’ sebagai yunior pendatang baru; (4) pengalaman berorganisasi yang masih mentah/jam terbang minim; serta (5) kemampuan verbal yang tidak mumpuni!

Diduga, dengan kehadiran saya pada Rakercab PDIP bersama runningmate Pemilukada Tangsel 2010 Bapak H. Achmad Suwandhi, membuat yang bersangkutan diatas panik total sehingga mengharusnya diri dan timnya mengubah strategi! Diduga lebih lanjut, bahwa yang bersangkutan melakukan upaya lagu lama basi berupa kampanye hitam/black campaign melalui media cetak lokal yang telah mampu disetir dengan ‘investasi’ pemasangan iklan politik rutin dalam jangka panjang. Dimana belakangan ini disinyalir yang bersangkutan diduga menggunakan dana ‘haram’ APBD. Baru-baru ini dimedia lokal mencuat isu defisit anggaran pemerintah daerah Tangsel sebesar kurang lebih Rp 14 Milyar,- lebih digunakan bagi mendanai kampanye terselubung dirinya untuk menjadi Walikota Tangsel!

Terimakasih Banyak Pak Achmad Suwandhi
Saya patut merasa bersyukur serta terimakasih tak terhingg kepada Bapak Achmad Suwandhi atas kehadirannya memenuhi permintaan kader setia PDIP (Warga Perjuangan Tangsel) yang meminta kami berdua hadir pada Rakercab tersebut.

Saya meyakini bahwa beliau tidak suka berkonflik, serta kurang nyaman dengan suasana riuh-rendah perpolitikan yang kontra produktif seperti itu. Sementara disisi lain, sayapun hari ini telah menjadi kader PPP yang sesuai hati nurani dan mengikuti khitah Ka’bah partai Islam satu-satunya yang masih eksis di Indonesia. Sehingga kehadiran saya dan Pak Wandi di PDIP tadi siang adalah sekedar bernostalgia serta memenuhi keinginan ratusan kader PDIP yang yang sampai sekarang sejak dulu merupakan rakyat militant pendukung setiaku.

Karenanya, kehadiran serta keikhlasan Pak Wandi atau Pak AS terkait dengan upaya hadir bersama PDIP dalam Rakercab tersebut, saya dan Ikang Fawzi suamiku, kedua anakku, beserta seluruh keluarga besar perjuangan menghaturkan banyak terimakasih.

Tak Berharap Banyak pada PDIP
Benar-benar kami tim ASMARA Centre tidak berharap banyak pada DPC PDIP untuk mengusung pasangan kami. Karena kami sadar, sekaligus kami sangat faham bahwa ‘investasi’ politik kandidat tertentu yang sudah merasa diatas angin sejak setahun lalu sosialisasi—dengan dugaan memakai dana APBD/tidak sah—sudah merasa pasti menang dan merasa pasti dapat dukungan PDIP.

Sekali lagi melalui tulisan sederhanan ungkapan hati ini, dimana saya yakini terus diikuti oleh banyak orang termasuk kelompok jurnalis tertentu ditempat tertentu timses salah satu kandidat yang saya maksudkan diatas, agar faham. Bahwa tim ASMARA Centre tidak berambisi mengambil PDIP sebagai partai pengusung.

Namun jangan salahkan kami bilamana masih banyak kader, simpatisan bahkan mereka yang punya posisi tertentu di PDIP yang diam-diam masih setia pada hati nurani, kebenaran, serta masih mau dan mampu menjujurkan keadilan serta membingkai politik dengan hukum! Serta tidak sudi membeli yang diduga kucing garong dalam karung yang berniat menjadi kepala daerah dengan dugaan nawaitu sebagai juragan proyek untuk kesejahteraan diri sendiri serta keluarga/kelompoknya. Dimana rakyat hanya jadi pelengkap penderita. Ibarat mendorong mobil mogok, ketika mesin mobil sudah hidup yang mendorong ditinggal dibelakang dengan lambaian serta senyum manis yang membuat semuanya terkesima ‘bengong’!

Innalilahi wa inna ilahi rojiuuun… semoga rakyat Tangerang selatan lebih cerdas dari wilayah lainnya diseluruh Banten.

Kita sesungguhnya BELUM MERDEKA!

Sumber: http://marissahaque.blogdetik.com/
Pesanku untuk Airin Rachmi Diany (Adik Ipar Ratu Atut Chosiyah): Marissa Haque Fawzi

Selasa, 10 Agustus 2010

Wahidin Halim Walkot Tangerang & Dukungan untuk Achmad Suwandhi-Marissa Haque

Marissa Haque Dilamar untuk Dampingi Achmad Suwandhi

Dukungan Penuh Wahidin Halim Walikota Tangerang untuk Achmad Suwandhi dan Marissa Haque.

August 7th, 2010 Maju Pilkada Tangerang Selatan Marissa Haque dengan Achmad Suwandhi : Pasangan Marissa Haque - Achmad Suwandhi,adik kandung Wali Kota Tangerang Wahidin Halim, maju dalam Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang digelar November 2010. Pasangan ini menyebut dirinya Asmara, yang berarti Achmad Suwandhi-Marissa Haque. Kepastian ini didapat setelah keduanya melakukan klarifikasi di Hotel Santika, BSD Serpong, Tangsel, kemarin.

”Saya sudah istikharahkan pilihan saya ini selama 40 hari. Saya dapat beberapa pertanda yang menyiratkan saya untuk maju,” kata istri artis Ikang Fawzi itu kemarin. Marissa juga berkaca pada Pilkada Gubernur Banten lalu ketika dia mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Banten mendampingi Zulkieflimansyah.

 ”Alhamdulillah... pada 2006 itu saya dapat suara mutlak di wilayah yang ada Tangsel, dulu waktu masih menyatu dengan Kabupaten Tangerang 70% suara."
 
Insya Allah dalam waktu dekat walau terasa sempit akan kami rajut kembali suasana tahun 2006 lalu itu untuk Pak Achmad Suwandhi 2010 menjadi Walikota Tangsel yang hanif dan amanah plus istiqomah. "Tangan beliau alhamdulillah masih bersih dari korupsi!", ujar Marissa Haque menjelaskan kondite calon pasangan dalam Pemilukada Tangsel 2010 itu.
Sumber: http://berita-lampung.blogspot.com/2010/07/maju-pilkada-tangerang-selatan-marissa.html


 

Ikang Fawzi & Marissa Haque Penduduk Asli Tangerang Selatan: Asmara Centre

Kota Tangerang Selatan

Adalah salah satu kota di wilayah administratif Provinsi Banten, Indonesia. Kota ini diresmikan oleh Mendagri Pak Mardiyanto pada 29 Oktober 2008.

Wilayah ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Rencana ini berawal dari keinginan warga di wilayah selatan untuk mensejahterakan masyMenteri Dalam Negeri Indonesiaarakat. Pada tahun 2000, beberapa tokoh dari kecamatan-kecamatan mulai menyebut-nyebut Cipasera sebagai wilayah otonom. Warga merasa kurang diperhatikan Pemerintah Kabupaten Tangerang sehingga banyak fasilitas terabaikan.

Pada 27 Desember 2006, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tangerang menyetujui terbentuknya Kota Tangerang Selatan. Calon kota otonom ini terdiri atas tujuh kecamatan, yakni, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Cisauk, dan Setu. Wilayah ini berpenduduk sekitar 966.037 jiwa.

Pada masa penjajahan Belanda, wilayah ini masuk ke dalam Karesidenan Batavia dan mempertahankan karakteristik tiga etnis, yaitu Suku Sunda, Suku Betawi, dan Suku Tionghoa.

Jumlah penduduk di wilayah ini lebih dari satu juta jiwa. Pamulang dihuni 236.000 jiwa, sedang Ciputat dihuni 260.187 jiwa. Dari dua kecamatan ini, jumlah penduduk 500.000 jiwa. Jika ditambah dengan penduduk Serpong, Pondok Aren, dan Setu akan berjumlah lebih dari satu juta jiwa. Sehingga, memenuhi syarat untuk suatu daerah otonom.


Batas-batas Kota
Sebelah utara berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta & Kota Tangerang
Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta & Provinsi Jawa Barat (Kota Depok)
Sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat (Kabupaten Bogor & Kota Depok)
Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Tangerang


Pembagian Administratif
Kota Tangerang Selatan terdiri atas 7 kecamatan, yang dibagi lagi atas 49 (Empat puluh sembilan)kelurahan dan 5 Desa. Sebelumnya Tangerang Selatan merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Tangerang, kemudian ditetapkan sebagai kota pada tanggal 26 November 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono berdasarkan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008.


Kecamatan
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008, Kota Tangerang Selatan terdiri atas 7 (tujuh) kecamatan:

1.Serpong dengan luas 2.404 km2
2.Serpong Utara dengan luas 1.784 km2
3.Ciputat dengan luas 1.838 km2
4.Ciputat Timur dengan luas 1.543 km2
5.Pondok Aren dengan luas 2.988 km2
6.Pamulang dengan luas 2.682 km2
7.Setu dengan luas 1.480 km2

Sumber: http://ikangfawzi.blogspot.com/

Bahasa Kasih Ikang Fawzi dan Marissa Haque

Bahasa Kasih Ikang Fawzi dan Marissa Haque
Memformulasikan Bahasa Kasih di Tangsel, Banten, Ikang Fawzi & Marissa Haque

Penelusuran Tangsel, Banten

Entri Populer

Karya Mas Ikang Fawzi: "Salam Terakhir" (Lirik & Lagu)