Mahfud Malu Gayus Bisa Permainkan Lembaga Hukum
Sumber: http://id.news.yahoo.com/antr/20110106/tpl-mahfud-malu-gayus-bisa-permainkan-le-cc08abe.html
Jakarta (ANTARA) - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD merasa malu sebagai pejabat karena ulah Mafia Pajak Gayus Tambunan yang bisa mempermainkan lembaga hukum negara.
"Sebagai pejabat saya malu karena (lembaga hukum) dipermainkan oleh Gayus," kata Mahfud, di Jakarta, Kamis.
Hal ini diungkapkan Ketua MK ini menanggapi berita Gayus yang keluyuran ke berbagai negara dengan menggunakan paspor atas nama Sony Laksono.
Gayus yang statusnya menjadi terdakwa dalam kasus mafia pajak ini keluyuran ke berbagai negara, seperti Cina, Malaysia dan Singapura.
Mahfud juga menyatakan bahwa negara Indonesia saat ini sedang sial karena ditipu oleh Gayus yang bisa "membeli" aparat untuk bisa keluyuran ke luar negeri.
"Ini bukan kesalahan Patrialis Akbar (Menteri Hukum dan HAM) karena jaringan itu sudah rusak lama," katanya.
Bahkan Mahfud menyebut malaikatpun yang jadi menteri akan kesulitan mengatasi masalah ini.
Untuk itu, lanjutnya, pemerintah harus memperbaiki sistem yang rusak dan menghambat penegakan hukum selama ini.
"Selama ini hanya mengganti pejabat, tapi tidak pernah memperbaiki sistem," katanya.
Mahfud juga mengakui bahwa MK saat ini dianggap "bersih" karena lembaga baru. "Bukan saya yang hebat, tapi ini lembaga baru jadi masih relatif bersih dan mudah dikendalikan," ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan hal yang sama kepada KPK dan Komisi Yudisial yang juga bersih karena lembaga baru.
Dia juga mencontohkan mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji yang hebat di Timtas Tipikor yang juga lembaga baru, tetapi saat memimpin Kejaksaan Agung juga habis dilumat sistem yang sudah lama terbangun.
Untuk itu, Mahfud berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan membenahi sistem aparat penegak hukum yang sistemnya sudah rusak tersebut.
"Presiden harus ambil sikap tegas dan dikawal oleh kita secara bersama-sama," harap Mahfud.
Ikang Fawzi dan Marissa Haque di Tangsel, Parung Benying, Masjid Al Birru Wa Taqwa
"Menanti Suatu Saat" (1982): Karya Syair & Lagu Kontemplatif Ikang Fawzi
Lagu & Syair Favorit Marissa Haque tentang Masyarakat yang Terabaikan Pemerintah RI, Karya Ikang Fawzi Suaminya (1982 & Masih Relevan pada Tahun 2011 Ini!)1982
Elis Anis Sahabatku dari UGM Sering Nginap di Tangsel, Banten: Marissa Haque
Tangsel Sering Disinggahi Elis Anis Shabatku: Marissa Haque Fawzi
"Marry Me" from BIL (Brother in Law): Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan
Video Karya Gus Brams
"Marry Me" from BIL (Brother in Law): Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan
Tampilkan postingan dengan label Tangerang Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tangerang Selatan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Januari 2011
Selasa, 10 Agustus 2010
Ikang Fawzi & Marissa Haque Penduduk Asli Tangerang Selatan: Asmara Centre
Kota Tangerang Selatan
Adalah salah satu kota di wilayah administratif Provinsi Banten, Indonesia. Kota ini diresmikan oleh Mendagri Pak Mardiyanto pada 29 Oktober 2008.
Wilayah ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Rencana ini berawal dari keinginan warga di wilayah selatan untuk mensejahterakan masyMenteri Dalam Negeri Indonesiaarakat. Pada tahun 2000, beberapa tokoh dari kecamatan-kecamatan mulai menyebut-nyebut Cipasera sebagai wilayah otonom. Warga merasa kurang diperhatikan Pemerintah Kabupaten Tangerang sehingga banyak fasilitas terabaikan.
Pada 27 Desember 2006, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tangerang menyetujui terbentuknya Kota Tangerang Selatan. Calon kota otonom ini terdiri atas tujuh kecamatan, yakni, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Cisauk, dan Setu. Wilayah ini berpenduduk sekitar 966.037 jiwa.
Pada masa penjajahan Belanda, wilayah ini masuk ke dalam Karesidenan Batavia dan mempertahankan karakteristik tiga etnis, yaitu Suku Sunda, Suku Betawi, dan Suku Tionghoa.
Jumlah penduduk di wilayah ini lebih dari satu juta jiwa. Pamulang dihuni 236.000 jiwa, sedang Ciputat dihuni 260.187 jiwa. Dari dua kecamatan ini, jumlah penduduk 500.000 jiwa. Jika ditambah dengan penduduk Serpong, Pondok Aren, dan Setu akan berjumlah lebih dari satu juta jiwa. Sehingga, memenuhi syarat untuk suatu daerah otonom.
Batas-batas Kota
Sebelah utara berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta & Kota Tangerang
Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta & Provinsi Jawa Barat (Kota Depok)
Sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat (Kabupaten Bogor & Kota Depok)
Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Tangerang
Pembagian Administratif
Kota Tangerang Selatan terdiri atas 7 kecamatan, yang dibagi lagi atas 49 (Empat puluh sembilan)kelurahan dan 5 Desa. Sebelumnya Tangerang Selatan merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Tangerang, kemudian ditetapkan sebagai kota pada tanggal 26 November 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono berdasarkan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008.
Kecamatan
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008, Kota Tangerang Selatan terdiri atas 7 (tujuh) kecamatan:
1.Serpong dengan luas 2.404 km2
2.Serpong Utara dengan luas 1.784 km2
3.Ciputat dengan luas 1.838 km2
4.Ciputat Timur dengan luas 1.543 km2
5.Pondok Aren dengan luas 2.988 km2
6.Pamulang dengan luas 2.682 km2
7.Setu dengan luas 1.480 km2
Sumber: http://ikangfawzi.blogspot.com/
Adalah salah satu kota di wilayah administratif Provinsi Banten, Indonesia. Kota ini diresmikan oleh Mendagri Pak Mardiyanto pada 29 Oktober 2008.
Wilayah ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Rencana ini berawal dari keinginan warga di wilayah selatan untuk mensejahterakan masyMenteri Dalam Negeri Indonesiaarakat. Pada tahun 2000, beberapa tokoh dari kecamatan-kecamatan mulai menyebut-nyebut Cipasera sebagai wilayah otonom. Warga merasa kurang diperhatikan Pemerintah Kabupaten Tangerang sehingga banyak fasilitas terabaikan.
Pada 27 Desember 2006, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tangerang menyetujui terbentuknya Kota Tangerang Selatan. Calon kota otonom ini terdiri atas tujuh kecamatan, yakni, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Cisauk, dan Setu. Wilayah ini berpenduduk sekitar 966.037 jiwa.
Pada masa penjajahan Belanda, wilayah ini masuk ke dalam Karesidenan Batavia dan mempertahankan karakteristik tiga etnis, yaitu Suku Sunda, Suku Betawi, dan Suku Tionghoa.
Jumlah penduduk di wilayah ini lebih dari satu juta jiwa. Pamulang dihuni 236.000 jiwa, sedang Ciputat dihuni 260.187 jiwa. Dari dua kecamatan ini, jumlah penduduk 500.000 jiwa. Jika ditambah dengan penduduk Serpong, Pondok Aren, dan Setu akan berjumlah lebih dari satu juta jiwa. Sehingga, memenuhi syarat untuk suatu daerah otonom.
Batas-batas Kota
Sebelah utara berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta & Kota Tangerang
Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta & Provinsi Jawa Barat (Kota Depok)
Sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat (Kabupaten Bogor & Kota Depok)
Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Tangerang
Pembagian Administratif
Kota Tangerang Selatan terdiri atas 7 kecamatan, yang dibagi lagi atas 49 (Empat puluh sembilan)kelurahan dan 5 Desa. Sebelumnya Tangerang Selatan merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Tangerang, kemudian ditetapkan sebagai kota pada tanggal 26 November 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono berdasarkan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008.
Kecamatan
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008, Kota Tangerang Selatan terdiri atas 7 (tujuh) kecamatan:
1.Serpong dengan luas 2.404 km2
2.Serpong Utara dengan luas 1.784 km2
3.Ciputat dengan luas 1.838 km2
4.Ciputat Timur dengan luas 1.543 km2
5.Pondok Aren dengan luas 2.988 km2
6.Pamulang dengan luas 2.682 km2
7.Setu dengan luas 1.480 km2
Sumber: http://ikangfawzi.blogspot.com/
Langganan:
Postingan (Atom)
Bahasa Kasih Ikang Fawzi dan Marissa Haque
Penelusuran Tangsel, Banten
Entri Populer
-
Jangan Lagi Ada Teror Politik, Kampanye Hitam ala Rau-Banten Airin, … please … saya pikir anda lebih berbudaya dan cukup terdidik! Walau m...
-
Marissa Haque Dilamar untuk Dampingi Achmad Suwandhi Dukungan Penuh Wahidin Halim Walikota Tangerang untuk Achmad Suwandhi dan Marissa Haq...
-
Sumber: http://www.indonesiabicara.com/ Tangerang Selatan, (26/07/10). Pasangan Achmad Suwandhi-Marissa Haque (Asmara) yakin bisa memperol...
-
PEKA KARENA PERNAH TINGGAL DI DESA Pelaksana Tugas Gubernur Banten, Hj.Ratu Atut Chosiyah,SE terpilih sebagai Gubernur Banten s...
-
Sebuah good practice dari Tangerang Selatan, Banten Oleh: Marissa Haque Fawzi Pasar Segar Graha Raya Bintaro kini berada di Bintaro, Ta...
-
Black Campaign/ Kampanye Hitam Diduga Dilakukan oleh Kubu Airin Rachmi Diany Ipar Ratu Atut Chosiyah di Tangsel, 2010 Sumber: http://maris...
-
Aduh, Bachtiar Diberhentikan Mendadak Sehabis Bersaksi di MK soal Pilkada Tangsel Minggu, 5 Dec 2010 07:12 WIB TANGERANG- Kasus pilkada Ta...
-
Minggu, 27 Februari 2012 Selain Dengan Memes, Addie MS Ogah Berduaan Oleh Eko Sutriyanto | TRIBUNnews.com – Rab, 15 Feb 2012 11:02 WIB Su...
-
Sumber: http://marissa-haque-universitas-trisakti.blogspot.com/2010/07/cara-nu-untuk-mencari-keputusan-dalam.html JAKARTA- Marissa Haque ...
-
Oleh: Marissa Haque Fawzi Sumber: http://marissa-haque-info-tangsel.blogspot.com/ Pasar Segar Graha Raya Bintaro kini berada di Bintaro, ...

