Ikang Fawzi dan Marissa Haque di Tangsel, Parung Benying, Masjid Al Birru Wa Taqwa

Ikang Fawzi dan Marissa Haque di Tangsel, Parung Benying, Masjid Al Birru Wa Taqwa
Ikang Fawzi dan Marissa Haque di Tangsel, Parung Benying, Masjid Al Birru Wa Taqwa

Pakta Integritas Pemuda Tangerang Selatan, bersama Marissa Haque dan Noorca Massardi

Pakta Integritas Pemuda Tangerang Selatan, bersama Marissa Haque dan Noorca Massardi
Addie Massardi dan PITA Tangsel, Pakta Integritas Pemuda Tangerang Selatan, bersama Marissa Haque dan Noorca Massardi

"Menanti Suatu Saat" (1982): Karya Syair & Lagu Kontemplatif Ikang Fawzi

Lagu & Syair Favorit Marissa Haque tentang Masyarakat yang Terabaikan Pemerintah RI, Karya Ikang Fawzi Suaminya (1982 & Masih Relevan pada Tahun 2011 Ini!)1982

Elis Anis Sahabatku dari UGM Sering Nginap di Tangsel, Banten: Marissa Haque

Elis Anis Sahabatku dari UGM Sering Nginap di Tangsel, Banten: Marissa Haque
Tangsel Sering Disinggahi Elis Anis Shabatku: Marissa Haque Fawzi

"Marry Me" from BIL (Brother in Law): Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan

Video Karya Gus Brams "Marry Me" from BIL (Brother in Law): Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, Gilang Ramadhan

Selasa, 05 Oktober 2010

Anakku Sayang dari Ikang Fawzi & Marissa Haque di Tangsel, Banten

Sumber: http://marissa-haque-keluarga-berencana.blogspot.com

Fwd surat Ikang Fawzi dan Marissa Haque untuk kedua putri remajanya Bella Fawzi dan Chikita Fawzi> Wahai anakku sayang, jika engkau masih hidup di pagi hari, jangan anggap di sore hari pun engkau masih hidup, dan jika engaku ada di sini bila sore tiba, jangan anggap sore engkau masih hidup.

Kemarin adalah masa lalu dan telah berlalu dengan segala kandungannya, yang akan menjadi saksi yang menguntungkan atau merugi bika Kiamat tiba. Adapun besok, engkau tidak tahu apakah engkau akan tetap hidup pada waktu itu atau tidak.

Engkau hanyalah putraku secara jasmaniah, karena itu jangan gegabah dalam bergaul. Jauhilah teman yang akidahnya tidak kokoh, yang lahirnya tampan atau cantik tapi batinnya keras membatu terhadap kebenaran dan ajaran-Nya.

Ini hanya segores rinduku padamu ... wahai anakku ... terinsipirasi dari tuliusan Syaikh Abdul Qadir al-Jailani

Senin, 20 September 2010

Keputusan MK untuk Tangerang Selatan: Tempo Interaktif

Keputusan Mahkamah Konstitusi Ubah Komposisi DPRD Tangerang Selatan

Senin, 30 Agustus 2010
08:34 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang Selatan - Keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan uji materi atas Undang-Undang No. 27/ 2009 yang dilayangkan Forum Komunikasi Caleg Lintas Partai (FKCLP) Tangerang Selatan akan mengubah jumlah kursi di DPRD Tangerang Selatan dari 45 menjadi 50 kursi.

Anggota FKCLP Kota Tangerang Selatan Suryadi mengatakan hasil keputusan MK ini akan merubah seluruh komposisi kursi di DPRD Kota Tangerang Selatan. Dia berharap, KPU selaku pelaksana undang-undang dapat merespons cepat hasil keputusan MK tersebut.

“Dengan dikeluarkannya putusan MK ini, KPU berkewajiban melakukan proses pengisian anggota DPRD Kota Tangsel dengan UU 22/2003 dan membatalkan keputusan penetapannya sebelumnya yang menggunakan UU 27/2009,” katanya, hari ini.

Ia mengulas, norma hukum yang terkandung dalam pasal 248, pasal 403, pasal 404 dan pasal 407 yang menjadi dasar penetapan BPP bagi kursi anggota DPRD telah mengabaikan suara sah dari rakyat pemilih yang menyalurkan suaranya kepada partai-partai yang tidak memenuhi ambang batas perolehan suara.
“Pasal tersebut harus dibatalkan demi hukum dan harus direvisi karena tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat dan harus diubah, karena bertentangan dengan UUD 1945,” katanya.
Lebih jauh ia mengatakan, dimenangkannya gugatan FKCLP ini maka pengisian DPRD daerah pemekaran mengacu pada Pasal 108 UU 22/203 yang intinya memindahkan anggota DPRD asal daerah pemekaran di induk ke daerah pemekaran. Kemudian pengisian sisa kursi menggunakan perimbangan suara parpol secara berurutan (ranking). Selain itu, sejumlah anggota DPRD yang kini ada di dewan kemungkinan juga akan berubah komposisinya.

“Setidaknya, dari 21 caleg yang dimenangkan gugatannya akan sangat mungkin mengisi kursi DPRD Kota Tangsel dan menggeser mereka yang saat ini duduk usai dilakukan penghitungan ulang penetapan kursi DPRD berdasarkan UU 22/2003 tersebut,” tandasnya.

Dikabulkannya gugatan FKCLP oleh MK ini akan berimbas pada perolehan suara partai-partai besar yang kini duduk di DPRD Tangerang Selatan. Dilihat dari komposisi 21 caleg yang dimenangkan gugatannya itu, didapati bahwa sejumlah partai politik yang sebelumnya tidak masuk dalam keanggotaan DPRD berpeluang mengisinya sesuai dengan perolehan suara pada Pemilu 2009 lalu.
Di antaranya, PBB yang sebelumnya hanya memiliki 1 kursi kemungkinan akan bertambah menjadi 2 kursi, PMB (2), PBR (2) Partai Republikan (2), PDP (2), PKPI (2), PKNU (2), PNI Marhaenisme (1), PPPI (1), Partai Patriot (1), PSI (1), PPDI (1) dan PKPB (1). Sedangkan sejumlah parpol besar yang kini memiliki kursi banyak di DPRD Kota Tangsel juga akan terimbas kehilangan lebih dari setengah kursinya, seperti Partai Demokrat (12) diperkirakan hanya mendapatkan (6), PKS (7) tersisa (4), serta Golkar (6) tersisa (3) PDIP dan PAN masing-masing hanya akan memperoleh 2 kursi.
JONIANSYAH

Sumber:
Putra Betawi August 30 at 1:11pm Reply

Selasa, 17 Agustus 2010

Ujian Kesabaran Achmad Suwandhi & Wahidin Halim di Tangsel: Marissa Haque & Ikang Fawzi


Selasa, 17/08/2010, 09:10 WIB
Pilkada Tangsel Dicurigai Biaya Tawar Partai Terlalu Tinggi

mcu-of-iklan-shafira-dan-shaf-ikang-fawzi-dan-marissa-haquePasangan yang ditunggu banyak orang didalam memberantas korupsi di Banten dan Tangernag Selatan, Ahmad Suwandhi dan Marissa Haque (Asmara) pada Pemulikada Tangsel tidak jadi bertarung, karena diakuinya kendaraan politik memasang tarif yang terlalu tinggi dan tidak wajar.

“Bagi kami ini tidak mendukung terhadap terciptanya pemerintahan yang bersih sesuai visi dan misi kami, Padahal masyarakat ingin pemimpin yang anti korupsi,” kata saat dikonfirmasi Selasa (18/8/2010)

Suwandhi juga mengaku pesimis tercipta Pemkot Tangsel yang bersih jika diwarnai dengan praktek politik transaksi.

Sebelumnya, pemilihan wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan yang akan digelar 13 November hanya diikuti empat pasang kandidat. Hingga waktu pendaftaran ditutup pukul 00.00 Wib, Minggu (15/8/2010), Komisi Pemilihan Umum Daerah Tangerang Selatan hanya menerima pengembalian empat berkas pendaftaran.

“Empat pasangan calon yang terdiri dari dua jalur parpol dan dua jalur independen pada pemilukada Kota Tangerang Selatan,” kata Anggota KPUD Tangerang Selatan Bidang Sosialisasi dan Pencalonan Agus Supadmo.

Dari jalur partai politik adalah pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie yang didukung 8 partai politik yaitu Demokrat, Golkar, PKS, PDIP, PKB, PDS, PKPI dan Partai Demokrasi Perjuangan.

Sementara untuk kedua pasangan Arsyid - Andre Taulani yang didukung oleh empat partai yaitu Gerindra, Hanura, PPP dan PBB.

Sedangkan dua pasangan dari jalur independen adalah Rhodiah Najiba-Sulaeman Yassin dan Yayat Sudrajat-Norodom Soekarno.(Fz/D/Fat)

Sumber: http://www.berita8.com/news.php?tgl=2010-08-17&cat=1&id=26882

Rabu, 11 Agustus 2010

Masyarakat Betawi Ora' Meminta Marissa Haque Memenangkan Achmad Suwandhi: Juju Centre

Sumber: http://www.indonesiabicara.com/

Tangerang Selatan, (26/07/10). Pasangan Achmad Suwandhi-Marissa Haque (Asmara) yakin bisa memperoleh suara yang maksimal dalam Pemilukada Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 2010. Pasalnya, dalam Pemilihan Gubernur Banten 2006 lalu, suara yang diperoleh Marissa mencapai 70 persen di wilayah Kota Tangsel.

Tim Pemenangan Asmara, Usamah Hisyam mengatakan, selain suara yang pernah diraih Marissa, dirinya juga mengatakan memiliki suara dalam Pemilihan Bupati Tangerang 2008 meskipun tidak terlalu signifikan. “Bila digabungkan, suara Marissa dengan suara saya (Usamah, red) dan suara dari pendukung Pak Suwandhi, maka akan menjadi kekuatan besar,” kata Usamah dalam perkenalan Pasangan Asmara ke publik di Hotel Santika, BSD, Serpong, Kota Tangsel, Minggu (25/07).

Sementara itu, Suwandhi menyatakan, penduduk Kota Tangsel terdiri dari warga asli dan pendatang. Dikatakannya, warga asli Kota Tangsel mayoritas bersuku Betawi mencapai 40 persen lebih. Sedangkan sisanya dari Jawa 30 persen, Sunda 20 persen dan sisanya dari suku lainnya. “Saya orang Betawi yang merupakan warga asli Tangerang. Sedangkan Mbak Marissa campuran Jawa dan didukung suaminya Ikang Fawzi yang merupakan orang Sunda,” ungkap Suwandhi.
Di tempat yang sama, Marrisa Haque mengatakan tampilnya dirinya dalam Pemilukada Tangsel murni karena keterpanggilan. Apalagi, berkaca dari keikutsertaannya dalam Pilgub Banten 2006 lalu, di daerah yang saat ini menjadi Kota Tangsel, dirinya berhasil meraih 70 persen dukungan masyarakat.

“Saya sudah 20 tahun tinggal di Bintaro. Kalau dibilang pernah kalah dalam Pilgub Banten, itu benar. Calon yang lain juga pernah kalah dalam Pemilihan Bupati Tangerang. Tapi dari kekalahan itu saya belajar. Tampilnya saya juga terkait keinginan elemen masyarakat yang meyakini saya dan Pak Suwandhi dapat membawa perubahan,” kata Marrisa yang didampingi Ikang Fawzi.

Dalam program 100 hari apabila terpilih, Asmara akan memprioritaskan identifikasi permasalahan aparatur pemerintahan seperti tingkat kompetensinya, membangun fondasi dasar di bidang sektoral dan komitmen pemberantasan korupsi. “Ini masih berkaitan dengan aparatur dan juga pihak ketiga,” kata Suwandhi.
Dikatakan adik Walikota Tangerang Wahidin Halim dan Mantan Menlu RI , Hassan Wirajuda ini, dirinya tetap optimis mencalonkan diri melalui jalur partai politik.

“Kita mengikuti mekanisme penjaringan yang dilakukan beberapa partai, seperti Partai Demokrat, Koalisi Tangsel Bersatu (PPP, Gerindra dan Hanura, red), PKPI dan PDIP,” tandas Suwandhi. (rintho)

Marissa Haque Fawzi Sosialisasi Pasar Tradisional degan Manajemen Modern Bintaro, Tangsel: Tim Asmara Centre


Oleh: Marissa Haque Fawzi

Pasar Segar Graha Raya Bintaro kini berada di Bintaro, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Tentu sebagai salah satu keluarga muda Indonesia yang tinggal lama di Bintaro—20 tahunan—kami dari Pelangi Bintaro No.9, Jl. WR Supratman, Rengas, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, merasa sangat berbahagia. Karena pasar tradisional yang bersih dan nyaman adalah dambaan hamper seluruh ibu rumah tangga muda modern yang bertempat tinggal hamper diseluruh wilayah pemekaran ini. Oleh sebab itu, pasar tradisional yang tetap dipertahankan keberadaannya namun tak meninggalkan sentuhan modern didalam manajemennya adalah langkah marketing strategic manusiawi yang sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.
Perusahaan properti BSA Land, kembali mengembangkan pasar tradisional yang dikelola dengancara manajemen modern, setelah sukses sebelumnya di Bekasi, Depok, Cengkareng, Manado, juga Makasar. Diatas lahan seluas 1,95 hektar dengan membangun bangunan pasar seluar 6.900 meter persegi resmi dibuka pada tanggal 24 Juli 2010 lalu oleh Dirutnya bernama Saleh Asmawi. Terdiri dari 70 unit ruko, 318 unit kios, dan 240 lapak berisi tingkat hunian/occupancy rate hanpir penuh 100%. Termasuk didalamnya tempat khusus pemotongan ungga dengan cara halal dan insya Allah sekaligus thoyib.

 
Cleaning System Cara Modern
Yang menjadi diferensiasi dari Pasar Segar Bintaro ini adalah bahwa area lapak-lapak pasar tersebut dipisahkan dengan area kering dan basah, sehingga memudahkan bagian cleaning service untuk membersihkan setiap saat sehingga kesegaran mampu tetap dipertahankan. Tujuannya adalah agar kondisi pasar tetap bersih dan tidak becek seperti pasar tradisional umum lainnya tanpa sentuhan modernisasi.
Niat baik dari manajemen pasar ini yaitu jajaran manajemen BSA Land mengaku telah berpengalaman dibidang pengembagan bisnis properti residensial sekaligus komersial. Kali ini mereka melakukan pengembangan bisnis propertinya di wilayah Bintaro, daerah administratif kota Tangerang Selatan, Banten

Santai namun Serius Berlaga Politik di Tangsel (Nggak Usah 'Ngoyo'): Marissa Haque

Tangerang Selatan-IndonesiaBicara.com,
(22/07/10).

Marissa Haque menyatakan siap maju dalam Pemilukada Tangerang Selatan 2010 untuk menandingi Airin Rachmi Diany. Artis era 90-an itu terpanggil menjadi wakil dari Calon Walikota Tangsel Achmad Suwandhi setelah istikharah panjangnya.

Marissa mengaku banyak mendapat masukan dari berbagai elemen masyarakat untuk kembali bertarung di dunia politik. Namun, untuk menentukan sikapnya, istri Ikang Fawzi itu meminta petunjuk kepada Allah dengan istikharah dan puasa selama 40 hari. “Saya sudah istikharah-kan pilihan saya ini. Saya mendapatkan beberapa pertanda yang menyiratkan saya untuk maju, seperti mendengar suara dalam tidur untuk membangun kemulian,” katanya, Kamis (22/07).

Selain, petunjuk membangun kemulian, pada puncak istikharahnya, perempuan yang pernah bertarung dalam Pemilihan Gubernur Banten 2006 bermimpi tangannya menengadah berbentuk mangkuk yang di dalamnya terdapat sabun mandi yang sudah dipakai. “Saya bertanya kepada beberapa orang yang mengerti tentang mimpi. Sepertinya, mimpi itu mengisyaratkan saya untuk membangun kemulian dengan membersihkan Kota Tangsel dari kekotoran birokrasi dan korupsi, kolusi dan nepotisme,” ujarnya.

Dikatakan Marissa, dirinya memilih untuk mendampingi Achmad Suwandhi karena adik kandung dari Walikota Tangerang itu berasal dari kalangan intelektual dan juga memiliki visi untuk membangun kemuliaan seperti petunjuk dalam istikharahnya. “Sebelumnya memang saya dengan Pak Suwandhi sudah sering komunikasi. Tapi, baru sekedar sharing saja,” ucapnya.

Marissa juga menyatakan siap bertarung dengan Airin Rachmi Diany yang tidak lain adik ipar dari lawan politiknya pada Pemilihan Gubernur Banten lalu, Ratu Atut Chosiyah. Karena, menurut Marisa, apabila masyarakat memilih calon yang hanya menjadi boneka kekuasaan, maka pembangunan di Kota Tangsel malah tidak akan maksimal. “Saya siap bertarung melawan kelompok Ratu Atut,” tandasnya (rintho).

Sumber: http/marissahaque.blogdetik.com/

Doa Ikang Fawzi Tak Henti untuk Marissa Haque Istrinya

Black Campaign/Kampanye Hitam Diduga Dilakukan oleh Kubu Airin Rachmi Diany Ipar Ratu Atut Chosiyah di Tangsel, 2010

Sumber:http://marissa-haque-dilamar-tangsel.blogspot.com/
Marissa Haque Fawzi bersama Majelis taklim Al Barkah, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Black Campaign/Kampanye Hitam Diduga Dilakukan oleh Kubu Airin Rachmi Diany Ipar Ratu Atut Chosiyah di Tangsel, 2010
Sumber: http://marissa-haque-dilamar-tangsel.blogspot.com/

Marissa Haque Fawzi bersama Majelis taklim Al Barkah, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.

Black Campaign/Kampanye Hitam Diduga oleh Kubu Airin Rachmi Diany Ipar Ratu Atut Chosiyah di Tangsel, 2010

Kasihan marissa Haque dan Ikang Fawzi. Setelah diduga kubu Ratu Atut Chosiyah melakukan kampanye hitam dengan menjelek-jelekkan Ikang Fawzi suami Marissa Haque atas dasar percintaan masa lalunya dengan penyanyi sendu Christine Panjaitan dibeberapa blogs yang abal-abal, kini perjalanan Marissa Haque yang DI-lamar oleh Walikota Wahidin Halim dan Bupati Ismet Iskandar untuk mendampingi Achmad Suwandhi—disingkat AS—menuai kampanye hitam/black campaign yang sama.

Beberapa kampanye hitam ala Pasar Rau di Serang tempat markas kelaurga besar Ratu Atut Chosiyah yang dipimpin Bajing Proyek Infrastruktur Banten Chasan Sochib ayahanda Ratu Atut mulai kembali mengganggu marissa Haque karena bersedia melawan dominasi keluarga mereka dalam politik di Propinsi Banten dengan menjagokan adik ipar ratu Atut bernama Airin rachmi Diany menjadi Walikota Tangerang Selatan pada 13 November 2010 besok ini.

Beberapa blogs dan web resmi black campaign/kampanye hitam/kampanye busuk buah kerja diduga kelompok Airin rachmi Diany dengan markas di RBB (Rakyar Bromocorah Banten) pipmpinan beberapa karyawan inti grup media JPNN (Jawa Pos News Network) pimpinan Margiono, menyerahkan pelaksanaan ide penyamun keji tersebut kepada dua wartawan seniornya di Koran Satelit News di Tangerang dengan nama: (1) Baihaqi); dan (2) Hari Prastowo; serta (3) Ruhi di Radar Banten.
Alamat blogs kampanye hitam/black campaign ala Pasar Rau tersebut adalah dengan pembagian kategori/kriteria sebagai berikut:

(1) Dengan isi berita minor/buruk:
http://www.cumicumi.com/news/view/98/12125 ;
http://www.facebook.com/profile.php?id=1337019852, atas nama abal-abal Lanang Sawah dalam http://id-id.facebook.com/pages/Marissa-Haque/379904580801, http://www.facebook.com/muchlis.a.mja
(2) Dengan gambar foto yang tidak sesuai isi/minor/buruk:
http://www.tangselonline.com/kanal/4/politik/read/15/Marissa-Haque-Maju-di-Pilkada-Tangsel.html ;

Daftar lainnya segera menyusul sesuai dengan perkembangan yang ada!

Salam IKA Unpad, Bandung

Bahasa Kasih Ikang Fawzi dan Marissa Haque

Bahasa Kasih Ikang Fawzi dan Marissa Haque
Memformulasikan Bahasa Kasih di Tangsel, Banten, Ikang Fawzi & Marissa Haque

Penelusuran Tangsel, Banten

Entri Populer

Karya Mas Ikang Fawzi: "Salam Terakhir" (Lirik & Lagu)